
Setidaknya, dengan resah aku tahu bahwa hatiku masih hidup.
Dengan resah aku tahu bahwa qalbuku masih cukup aktif merespon.
Aku tak menyesal telah meresahkanmu. Karena itu menuntunku
untuk tunduk sujud pada-Nya. Karena resah itu telah menjadi jalur bagi air
mataku untuk mengalir pada muara yang baik. Dengan resah itu pula aku melatih
diriku untuk peduli padamu dan sekitarku.
Keresahan telah mengajakku untuk lebih banyak meditasi,
merenung dan mengevaluasi diri. Keresahan membuatku sadar bahwa harus ada
perbaikan setiap waktu. Bahwa ancaman itu akan selalu ada selama hayat
dikandung badan.
Jadi... Biar saja resah ini jadi warna perjuangan. Biar
saja.... Karena keresahan inilah yang akan mempertemukan aku dan Tuhanku di
penghujung malam :)
Seperti kata Bang Insanul Arifin,
“Sesungguhnya tak ada jalan lain, kecuali kehidupan ini harus dilalui ‘tuk menuju surga. Tampilannya seperti ujian, tapi isinya rahmat dan kenikmatan. Berapa banyak kenikmatan yang sungguh besar baru diperoleh setelah melalui ujian. Semoga segala amanah ini menjadi jalan menuju surga-Nya."
Aku janji, kita akan melewati fase 'kiritis' ini bersama
dalam naungan ukhuwah bertabur cinta.
#Meski tulisan ini tercipta diiringi lagu Harus Berpisah-nya Cakra Khan, tapi... tak akan ada perpisahan dalam ukhuwah kita#
Tidak ada komentar:
Posting Komentar