Rabu, 12 September 2012

Mengeja Cinta Dijalanan Pulang


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Aku tengah terus menerus mengeja arti cinta Itu pula saat ini kulakukan
Diantara gelak tawa adik-adik pejuang
Diantara wajah-wajah lugu yang kadang nampak bimbang
Diantara masalah demi masalah yang memunculkan kebingungan

Yah, aku tengah terus mengeja arti cinta
Bersama air mata dan senyuman
Bersama harapan dan doa
Berusaha mengikat asa diantara ketidakmungkinan
Mencoba merangkai makna dilautan putus asa

Cinta
Mengeja setiap hurufnya
Ku coba memahami mengapa Dia menitipkannya
Mengapa Dia meletakkannya ditangan dan hatiku
Mencoba mengerti Mencoba menerima sepenuh hati

Cinta
Kuteliti langit malam ini dalam perjalanan pulang
Kuperhatikan adakah rasi bintang yang membentuk katanya
Tapi, aku hanya menemukan gelap dan ketiadaan

Cinta
Adakah aku mulai merasa resah?
Mengapa kau kini membuatku begitu salah tingkah?
Aku ambil satu cita, namun kubingung dimanakah kudapatkan resource-nya
Cinta, aku bisa gila

Jumat, 07 September 2012

Menjemput Mimpi


Taukah temans, bahwa Allah itu benar-benar akan langsung mem-follow up niatan baik kita meski itu baru lintasan hati?
Ga percaya?
Memang kadang kita tidak menyadarinya, kita merasa biasa-biasa saja, kadang merasa Allah kok nampak ‘not responding’ yah…. Jangankan lintasan hati, bahkan do’a yang benar-benar diucapkan pun seolah seperti di’cuekin’ sama Allah… Hingga sering kita merasa Allah tidak peduli, alhasil kita meragukan-Nya, meragukan pertolongan-Nya. Meragukan kalau Dia mendengar permintaan kita.

But… sekali-kali tidak begitu. Allah itu perespon yang baik. Yang paling cepet. Responsive banget deh pokoknya.
Terus kenapa harapan dan doaku sering ga dikabulkan? Minta A dikasih B. Minta didekatkan ke B, malah dijauhin. Minta rumah yang mewah, malah dipertemukan dengan saudara yang membutuhkan. Minta pengen bisa umroh, ehhh… malah keluarga dapat musibah. Responsive apanyaaaaa….??? Arrgghhhh… >,<

Hey.. hey… itulah cerdasnya Allah sebagai pembuat scenario paling hebat sejagat raya.
Coba kalau kita nonton film, lebih seneng film yang dari awal udah kebaca ujungnya kaya gimana atau film yang justru bikin penasaran… apa sih end-nya… ayoo, mana film yang akan membuat kita stay tune???
Tentunya kita bakalan setia nonton film yang bikin gregetan, sebenarnya ‘mau dibawa kemana’.
Kenapa?
Soalnya itu lebih menarik. Lucunya, kita akan merasakan sensasi yang luar biasa tatkala end-nya ga kepikiran sama kita dan bikin kita terkejut. Kita suka langsung berpikir bahwa pembuat skenarionya itu cerdas banget.

Tau ga kenapa banyak dari kita yang ‘ga suka’ dengan sinetron-sinetron Indonesia?
Soalnya kisahnya gitu-gitu aja… bahkan adegannya bisa ditebak. Ampe ujungnya aja udah keliatan. Makanya, kita jadi males. Apalagi modelan ceritanya sama semua…. Ya ngga??? :D

So, Allah ga mungkin bikin scenario hidup yang ‘ngebosenin’ donk… Dia Yang Maha Cerdas. Dia akan buat segala sesuatunya memerlukan ‘kecerdasan’ untuk dipecahkan. Dia akan mengajak kita tidak hanya pandai berdo’a dan ikhtiar tapi juga pandai menilai dan menganalisa setiap garis merah yang diberikan-Nya dalam tiap potongan puzzle kehidupan kita. Dia mengajari kita untuk menjadi hamba yang pintar, yang bisa kaya Conan Edogawa, pandai merangkai setiap kejadian, setiap petunjuk hingga menemukan sebuah fakta, sebuah kebenaran. Begitulah Allah…

Karena itu, mari coba ditilik-tilik lagi….
Setelah kita berdoa, atau saat hati kita berharap akan sesuatu… apa yang terjadi setelah itu? Adakah sebuah kejadian? Adakah tiba-tiba sebuah kesempatan yang tidak disangka-sangka? Adakah sesuatu?
Segera analisa, segera ambil dan segera jalani. Mungkin saja, itu adalah jawaban-Nya. Bisa jadi itu adalah jalan dari-Nya.

Jadi ingat,, beberapa bulan yang lalu, sekitaran 5 bulan kebelakang. Aku bertekad untuk mulai serius dengan tulisan. Ingin mulai menunjukkan kepada dunia hasil tarian jariku. Maka, aku mulai membuka kembali blog dan menulis. Setidaknya saat itu, aku janji bahwa minimal satu bulan sekali harus ada postingan tulisan baru. Dan aku juga mulai berpikir untuk menulis Novel yang sejak SMA ga pernah beres… X_X
Luar biasanya, Allah seolah menjawab… tiba-tiba aku mendapatkan informasi sebuah kompetisi pembuatan novel dari salah satu penerbit besar. Waaaa…. Makin semangat. Deadline-nya Juli 2012, dan aku buat timeline, memastikan bahwa novel ini kelar tepat waktu.

Waktu berjalan, bulan berikutnya aku masih konsisten membuat postingan di Blog dan sedikit demi sedikit menambah halaman novelku. Bulan berikutnya lagi, aku mulai disibukkan dengan persiapan program Ramadhan. Karena kebetulan aku adalah amil di salah satu lembaga amil Zakat Nasional plus panitia Ramadhan juga, maka Ramadhan menjadi peak season yang luar biasa. Pokoknya sibukkkk bangettt (perasaanku)… kesibukan dimulai sejak Sya’ban… persiapan ini itu… produk-produk Ramadhan… meeting-meeting… lumayan mengambil jatah lebih banyak waktuku.
Mulailah konsistensiku diuji…
Aku memang masih banyak menulis, tapi bukan untukku. Untuk lembaga, karena aku juga adalah penanggungjawab komunikasi internal. Jadi, aku sibuk menulis di Web Internal untuk mengingatkan tentang Ramadhan, sosialisasi kebijakan, memberikan motivasi, de el el… akhirnya, blog-ku kembali terlupakan. Dan…. Novel pun  terbengkalai. Aku baru sadar dipertengahan Juli bahwa novelku masih jauh dari target,,,, menilik aktivitas yang makin padat menjelang Ramadhan, aku pun menutup draft novel itu dan memastikan untuk tidak menyelesaikannya… saat ini…. meski sebenarnya masih ada 15 harian lagi akhir kompetisi itu….
Aku pun kembali kehilangan… moment…. :(

“Banyak kegagalan dalam hidup ini

dikarenakan orang-orang tidak menyadari

betapa dekatnya mereka dengan keberhasilan saat mereka menyerah”

(Thomas Alva Edison)


Yaaa kejadian itu kini terlintas kembali… dan aku menyesalinya. Dia berikan kesempatan, tapi aku sendiri tak meyakini aku mampu, dan membuang kesempatan itu -______-

Kembali ke masa kini.
Blog seorang adik bernama Nadhira telah membuatku kembali bersemangat. Tak hanya untuk menulis, namun juga untuk kembali merangkai mimpi-mimpi yang tercerai berai. Aku pun kembali bangkit dan mulai menatanya.

Kau tau temans, apa yang terjadi?
Tak perlu menunggu lama, sebab keesokan harinya, Allah mempertemukan aku dengan seseorang dan berdiskusi panjang lebar. Hingga, aku pun memutuskan untuk mulai menapaki apa yang Ayahku dulu tapaki. Satu bidang yang selama ini hatiku inginkan, tapi aku menghindarinya. Dan tak hanya sampai disana, 2 hari lalu, seorang teman lainnya memberikan informasi yang juga menjadi ‘sebuah pertimbangan’ untukku merubah segalanya.
Memang, semua ‘jawaban’ yang diberikan-Nya itu tidak langsung pada pokoknya. Aku sendiri harus ‘rehat sejenak’ untuk menganalisa. Sampai akhirnya menyadari bahwa Dia sedang mulai 'bekerja', memberikan benang merah antara lintasan hatiku dan kenyataan yang harus dijalani untuk bisa menuju kesana.
Subhanallah….
Ibaratnya, aku meminta diberikan ikan bawal, dan Dia memberiku buku ‘Entrepreneurship’. Nampak ga nyambung kan??? Tapi, jika kita mau meluangkan sedikit waktu untuk merenungkan dan mengoptimalkan apa yang diberikan-Nya, kita pasti akan menemukan hubungannya.

Aku telah sampaikan pada-Nya apa mimpiku.
Aku telah serahkan pada-Nya deadline hidupku.

Menatap langit yang cerah. Mengangkat tanganku dan kupastikan jariku menyentuh awan-awan putih yang berarak diantara lautan biru. 


“Aku akan menjemputmu yang telah lama kubiarkan sendiri disana menungguku. Dalam keresahanmu, apakah sebenarnya aku peduli atau tidak. Aku akan buktikan, tak lama lagi, kau akan kujemput.
Kini aku tengah meniti tangga emas menujumu. Sabarlah, aku akan menjemputmu… MIMPIKU…”

Salam Hangat,
Yaya, Sang Pemimpi

Minggu, 02 September 2012

Senang, Menyadari Aku Masih Muda… ^_^


Aku ga tau nih, pagi ini tiba-tiba ngerasa ada yang ngelonjak-lonjak dalam hati yang harus segera dikeluarkan. Soale kalo ngga, bisa bahaya. Tak hanya menimbulkan galau tapi juga bisa jadi jerawatan (yaa… hasil treatment gw bisa ancur dahhh…. Susah-susah ngurangin jerawat… wakakakakak)

Eh…eh.. kok jadi gini gaya nulisnya yaaa??? Waaah bener nih, kayanya ada virus masuk… :D
Tak apeulah.. kan katanya kalau kepala n jari lagi lancar nulis, whatever bahasanya gimanapun, ga boleh dihentikan. Itu akan menghalangi pertumbuhan… :D

Hmmm… bentar…. Meditasi dulu (wekssss…)
Memastikan hatiku tetep on the track. Suasananya kudu dijaga, biar bebas hambatan, hehehe

Sebenernya, ga tau juga mau nulis apa…. $whattttttt???? X_X
Yeaaaa Cuma banyak kata-kata pengen dituangkan saja, meluapkan rasa hati yang,,, bahagia….
Waaah waaaah,,,, ada apakah Yaya?
Dikhitbah ya?
Dapet rezeki nomplok?
Ketemu ikhwan Korea? (nyang ini bener-bener ngarang)
Naik jabatan?
Dapet tumpangan ke kantor gratis?
Ada yang muji?
Apa donkkkk….???

Hihihi… bahagia itu kan relative yak…
Ga harus karena ‘sesuatu’ hal yang terlihat nyata, soalnya bahagia itu sendiri kan soal ‘rasa’. Emang rasa bisa dilihat? Kan ngga….
Coba, apa bentuknya cinta? Bisa ga liatin wujudnya?
Ngga bisa kan… yang bisa keliatan buktinya. Bukti bahwa cinta itu ada.

Yaaa gitu juga sama bahagia, wujudnya sih ga kliatan. Tapi, pasti bisa dirasakan. Penyebabnya juga bisa jadi ga keliatan, tapi hanya bisa dirasakan. Penyebabnya ga harus hal-hal besar, kadang kebahagiaan datang dari hal yang sangat kecil, sepele dan nampak tak berharga. Cuma, ketika itu teresapi dengan dalam, tiba-tiba berubah menjadi begitu sangat mahal, mewah dan lux…. Bahkan ga sebanding sama harta sebanyak apapun.

BAHAGIA.
Itulah kata yang ingin aku sampaikan di Senin pagi pertama di bulan September ini.
Aku bahagia, aku bersyukur dan aku merasa memiliki ada banyaaaaakkk harapan.
Penyebabnya sangat biasa (mungkin…), tapi aku rasa itu tak biasa. Segala hal yang terjadi di dunia ga ada yang kebetulan ataupun sepele. Kenapa? Karena kejadian sekecil apapun itu atas campur tangan ‘sesuatu’ yang Maha Besar, yang Maha Menguasai, Sang Pemiliki Jagat Raya dan isinya, Allah SWT.
Ibarat kata, semut lewat depan kita aja sudah ada skenarionya. Beuuuuuuhh….
So, apa penyebabnya?
Penyebabnya, pagi ini aku ga sengaja baca tweet-nya Kakek Jamil Azzaini yang mereply tweet putrinya, Nadhira nyang lagi Home Stay di Jerman. Nadhira menginformasikan postingan terbaru di blognya tentang ‘cinta-cintaan’ dan Kakek Jamil Azzaini bilang kalau beliau udah baca tulisannya dan berkomentar ‘kerennn’.

Karena penasaran dan sedikit iseng, aku buka blog-nya Nadhira (http://dhira-kadabra.blogspot.com/ ) dan mulailah membaca postingan terbaru dia pagi ini yang judulnya “Untuk Kakekku tersayang…:”. Aseli, itu isinya sebenernya berat… secara ngebahas soal permintaan Mbah-nya yang pengen Nadhira segera menikah sebelum Mbah meninggal. Weisss… berat kan? Tapi, tu anak emang gokil abis, inti yang berat dia bawakan dengan jenaka. Kalau ga inget saat itu aku lagi di Angkot, pengen ngakak dahh… ditahan-tahan, jadinya mesem-mesem doank…

Eitsss… sebelum berpikiran jauh…
“Wiiih Yaya makin kesemsem pengen nikah nih…”
“Terinspirasi cepet nikah yahh…”
“Kisahnya sama yeee…. Sama-sama diminta cepet nikah…” Wkwkwkwkwkwk
Bukan itu….. -______-‘ Tapi, emang semua berawal dari tulisan itu sih… hehehehe

Gara-gara “Permintaan Mbah”, aku jadi menjelajah tulisan-tulisan Nadhira lainnya. Dari sanalah aku baca, ‘suka duka’ dan ‘resah, gelisah, galau, gundah, gulana, bahagia, seru, lucu’-nya kisah hidup Nadhira di Jerman. Tentang perasaan sedihnya karena bahasa Jermannya yang belum lancar, tinggal di satu desa yang cukup jauh ke pusat kota tepatnya di Dunningen daerah Schwarzwald – kalau mau kesana sini transportasinya mahal, terus belum punya temen juga… alhasil doi galau ga bisa jalan-jalan, Cuma stay at home… bener-bener ‘home stay’ :D
Tapi, kemudian dia bangkit dan bersemangat buat traveling setiap pekan setiap kali libur.
Nahh inilah yang bikin aku bahagia….. :D #Lohhhhhh…. (kebayang gaya Aan Sopiyan bilang, “Terus…. Gue kudu salto? Bilang ‘wow’ terus pingsan?” gkgkgkgkgkgkgk)
Maksudnya apa sih, Ya? Itu bikin bahagia… sebelah mananyaaa???? -____- #GeJe ni anak…#

Nah itulah kenapa tadi aku bilang, bahagia itu relative. Dan kadang penyebabnya sepele dan nampak ga berharga… yaaa itulahh… ini.. hehehehe
Aku bahagia karena merasa dapet inspirasi, dapet satu pencerahan soal ‘berpetualang’ dalam hidup.
Biar ga kurung batokeun…. :D
Aku jadi serasa punya gairah baru buat merancang masa depan,,,, yeaaaa… usiaku emang udah 24 (ehhh udah… baru 24 maksudnya,,, hahahaha), tapi tentu belum terlambat buat mulai… mulai merancang ‘petualangan-petulangan’ seru… mulai berencana buat traveling sana sini… bikin ini itu… mencoba (lagi) gapai mimpi yang sempet aku pendam lagi karena ngerasa…. Sudah terlambat… #Helllloooo Riaaaaaa… X_X

Begitulah, aku belajar tentang makna ‘menikmati hidup dan masa muda’ dari seorang Adik usia 20 tahun yang menangis tersedu-sedu karena kesepian di Jerman. Tapi, dia ga menyerah sebab dia punya mimpi. Harusnya, aku pun begitu kan…???
Tak peduli apa dan bagaimana pun sulitnya, sempitnya, harus terus semangatttt…

Maka, mulailah aku mem-follow up energy positif ini. Diawali dengan…. Menulis ini…. ^_^
Mulai sekarang, aku ga akan lagi membendung ‘ide-ide yang menyeruak di pikiran’, aku ga akan menghalangi diriku untuk ‘melakukan sesuatu’, aku ga akan terlalu banyak pertimbangan buat menggapai mimpi. Selama itu baik, ga melanggar syariah, aku…. Hajaaaarr blehhhh

Dan aku mau mulai meyakini lagi bahwa…. AKU MASIH MUDA…
Jalanku masih panjang, dan tak ada salahnya lagi memulai.

Follow up kedua yang akan aku lakukan adalah…. Saturday is traveling day… that’s my program :D
Kudu sering jalan-jalan, biar banyak yang dilihat… biar banyak yang dikenal…
Pokoknya mau travelinggggg…. Kalau ada meeting,  tolak. Kalau ada acara yang membuat harus stay aja, tolakkkkk…. #emang bisa? :d#
Yaaa… masih tanda bintang sih…. Syarat dan Ketentuan berlaku…. :D
Intinya mah, harus mulai menyediakan waktu buat pengembangan pribadi, hihihihi

SEPTEMBER CERIA. Yipppiiiii…. Itu betul.
September ini diawali dengan kebahagian, semoga ga hanya awalnya. Tapi juga tengahnya dan akhirnya, dan terus memanjang ke bulan-bulan berikutnya. Amin

#Sekali lagi… AKU MASIH MUDA yaaaa =))#

Salam hangat,
Yaya yang berbahagia ^_^

Selasa, 28 Agustus 2012

#Renungan


Dalam hidup ini…
Tangis, tawa, bahagia, derita… telah ditentukan waktunya. Semuanya terjadi, berputar dan berganti sesuai dengan titah-Nya. Dia-lah yang menutup dan membukakan hati. Dia-lah yang mengatur setiap getaran dan resonansinya. Air mata yang mengalir, tak selalu bermakna luka. Mungkin itu tanda bahagia. Apa yang terlihat, kadang tidak sama dengan realitanya.

Dunia ini misteri… dunia ini teka teki… dunia ini adalah sebuah puzzle…
Untuk mendapatkan bagian-bagiannya, kita harus berani beranjak dari zona nyaman, harus berani mengambil resiko. Agar, setiap potongan episode-nya dapat tersambung dengan indah dan membentuk sebuah gambar kehidupan yang utuh.

Menghindar dan terus menghindar, jelas bukanlah penyelesaian.
Ibarat sebuah perjalanan mudik, menghindar adalah terminal, tempat pemberhentian sementara. Terserah kita, mau cepat sampai tujuan atau tidak. Jika mau sampai tujuan, maka kita hanya berhenti seperlunya saja, untuk ke kamar kecil, beli minum dan rehat sejenak. Jika kita justru mau berleha-leha, malas melanjutkan perjalanan karena macet, panas, dll…. yaaa kita akan berlama-lama di terminal atau tempat istirahat…. Dan akhirnya makin lama pula sampai di kampung halaman, sebab bisa jadi, makin lama, macetnya makin parah.

Hidup ini harus dijalani. Bukan dipikirkan atau dibayang-bayangkan saja.
Apa yang kini ada dihadapan kita, tergeletak di tangan kita adalah sebuah ketentuan yang harus kita jalani. Sebuah keputusan yang harus kita laksanakan.

Jalani saja, maka kita akan tahu ada apa diakhirnya.
Jalani saja, maka kita akan mengerti mengapa Dia yang Maha Bijaksana menitipkannya pada kita.
Jalani saja, karena hanya dengan menjalaninya kita bisa menemukan jawaban.

Jika sakit, maka katakanlah pada-Nya, bahwa ini sakit. Pada-Nya saja, jangan pada makhluk, karena makhluk tidak akan bisa mengobatinya.
Jika merasa hampir tak sanggup melangkah, katakan saja pada-Nya. Biar Dia mendengar bahwa hamba-Nya hampir kehilangan harapan. Katakan pada-Nya saja, jangan pada makhluk, sebab makhluk tak bisa memberikan harapan apa-apa.

Dia yang memberikan keputusan, Dia yang akan bertanggung jawab.
Dia yang memberikan garis start, Dia pula yang akan memberikan garis finish-nya.
Kapan dan dimanapun, garis finish itu pasti ada. PASTI.

#Rabbi, dalam ‘nakal’-ku, dalam ketidaktaatanku, dalam khilafku, dalam kemalasanku, dalam keluhku, sesungguhnya aku mencintai-Mu. Sesungguhnya, aku hanya selalu berharap pada-Mu… karena hati kecilku tahu, tak ada yang bisa diharapkan selain Engkau.

Kamis, 10 Mei 2012

Indahnya Persahabatan

Alhamdulillah... I found you as my friend.... Indahnya Persahabatan...
Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah. Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama karenanya ...

Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkan besi, demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya. Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur - disakiti, diperhatikan - dikecewakan, didengar - diabaikan, dibantu - ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian.

Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya. Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan belaian, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah.

Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih dari orang lain, tetapi justru ia berinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya. Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya, karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis.

Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya. Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya.

Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri.
Dalam masa kejayaan, teman-teman mengenal kita. Dalam kesengsaraan, kita mengenal teman-teman kita.

Mari, kita ingat-ingat lagi, kapan terakhir kali kita berada dalam kesulitan.
Siapa yang berada di samping kita ??
Siapa yang mengasihi kita saat kita merasa tidak dicintai ??
Siapa yang tetap membersamai bahkan saat kita tak bisa memberikan apa-apa ??
DIALAH YANG DISEBUT SAHABAT
Hargai dan peliharalah selalu persahabatan dengannya.


#Teruntuk seseorang, yang aku merasa tak memiliki panggilan lain selain, Sahabat. Yang setia mengirimi banyak cerita dan puisi tentang persahabatan seperti ini dikala aku merasa benar-benar sendirian ditempat yang baru. Aku tidak tahu bagaimana mengatakan padamu betapa aku sangat-sangat berterima kasih. Untuk cinta persahabatan yang selalu kau tawarkan dengan ketulusan hatimu. Untuk tangan yang selalu terulur kapanpun aku memerlukannya. Untuk waktu yang selalu kau berikan tanpa mengenal batasnya. Untuk semua...#

Salam Hangat
Yaya

Selasa, 24 April 2012

Mencari Keindahan Pagi

Mencari keindahan pagi
menepis aura hati yang tak menentu
Aku suka kau… pagi,
Karena hadirmu selalu memberi pertanda baik
Pertanda ada kesempatan
Pertanda ada harapan

Setiap kali malam membuatku gelisah
Aku berharap waktu bisa berjalan lebih cepat
Membawaku dengan kereta kencananya
Untuk segera bertemu denganmu

Melihatmu mulai menampakkan diri dari kegelapan
Hatiku merasa lega, bahagia…. Senang
Dengan perlahan dan malu-malu kau munculkan cahaya diufuk timur
Awan-awan hitam yang dengan angkuh menguasai malam
Tak ayal menyingkir perlahan dan membiarkan si putih sedikit demi sedikit tersibak
Semakin jelas dan semakin jelas

Hadirmu,
Disambut kicauan burung pipit disebelah rumahku
Disahut kokokkan ayam peliharaan ibu
Diaminkan olehku yang menantimu dengan harap-harap cemas

Hadirmu
Selalu berhasil meyakinkan aku
Bahwa Dia menginginkan karyaku dihari ini
Sebuah karya yang lebih baik
Bahwa Dia masih mempercayaiku
Mempercayaiku untuk masih merasakan irama detak jantung yang memburu dengan cepat
Detak jantung yang gelisah menantimu

Pagi... Aku bukan orang yang pandai mengungkapkan isi hati
Bukan pula orang yang mudah mengakui rasa
Tapi, aku ingin bilang
Aku selalu kagum pada indahmu
Dengan segala hal yang terjadi mengiringi kehadiranmu
Penuh makna dan menyiratkan hikmah

Pagi… Janji ya padaku
Besok kau akan kembali dengan senyum yang lebih indah ^_^


Salam Hangat
Yaya

Bacaan Populer